Selasa, 04 Desember 2012

ISLAM TERHADAP BIOTEKNOLOGI


Menggunakan kaedah biologi untuk kesejahteraan manusia dikenali dengan bioteknologi. Ia berasal dari dua kata iaitu bio bermakna makhluk hidup dan teknologi pula adalah cara untuk memproduksi atau membuat barang tertentu.Secara sederhana, bioteknologi adalah usaha untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan mikro organisma tanaman dan haiwan untuk kepentingan ekonomi. Hal sama dinyatakan oleh European Federation of Biotechnology (1989) bahawa bioteknologi adalah perpaduan ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa untuk meningkatkan aplikasi organisma hidup, sel, bahagian organisma hidup dan molekul untuk menghasilkan satu produksi atau jasa.Ertinya, bioteknologi tidak menggunakan unsur kimia dalam memproduksi sesuatu. Sebabnya, ia hanya menggunakan mikro organisma, sel dan molekul benda itu dengan merekayasanya untuk tujuan tertentu. Ia sehingga sel hidup yang ada dalam tumbuhan atau haiwan itu dapat melakukan tugas tertentu yang bermanfaat dengan cara yang dapat dijangka dan dikawal.
Oleh itu, menurut Ratledge (1992) bioteknologi sebenarnya bukanlah setakat ilmu pengetahuan. Ia juga penerapan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan. Hal ini bermakna ia adalah perkara praktikal bukan teoritikal.Berdasarkan definisi di atas, maka nenek moyang kita telah melakukan bioteknologi secara tradisional yang mereka sendiri tidak memahami rumusan sainsnya. Sebab pembuatan tempe, cuka, belacan dan dadih sebenarnya melalui proses bioteknologi, walaupun dalam batas dan bentuk yang sangat sederhana.Saintis sependapat bahawa bioteknologi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan lingkungan.
Hal ini kerana sifat bioteknologi lebih mesra alam berbanding pendekatan kimia dan fizik.Penggunaan kaedah bioteknologi dapat dilakukan dalam pelbagai aspek kehidupan seperti perubatan, alam sekitar, produksi makanan dan pertanian. Dalam ilmu perubatan, bioteknologi sangat berperanan menciptakan ubat-ubatan seperti insulin untuk penderita sakit kencing manis serta pembuatan pelbagai antibiotik dan vaksin yang dapat mencegah banyak penyakit baik yang disebabkan oleh bakteria, virus mahupun genetik.Dalam aspek alam sekitar, bioteknologi dapat digunakan untuk memodifikasi bakteria tertentu untuk mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat kepada manusia.Bioteknologi juga sangat berperanan dalam aspek makanan dan pertanian. Dengan kaedah bioteknologi, bahan makanan, vitamin, enzim dan sebagainya akan dapat dihasilkan dengan lebih banyak dan berkualiti tinggi.Bidang pertanian sangat memerlukan kaedah ini. Bioteknologi dapat meningkatkan kandungan nutrisi tanaman serta membuat ia lebih tahan daripada gangguan pelbagai penyakit dan tidak tergantung kepada keadaan cuaca atau musim.Dalam ajaran Islam, alam dan isinya seperti haiwan dan tumbuh-tumbuhan diciptakan untuk manusia. Manusia diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengambil manfaat daripadanya. 



Kajian Islam tentang Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran
Al-Baqarah 164
Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Rabu, 28 November 2012

Bioteknologi Dengan Menggunakan Mikroorganisme




Pada umumnya bioteknologi menggunakan mikroorganisme karena dapat tumbuh dengan cepat, mengandung protein yang cukup tinggi, dapat menggunakan produk-produk sisa sebagai substratnya misalnya dari limbah dapat menghasilkan produk yang tidak toksik dan reaksi biokimianya dapat dikontrol oleh enzim organisme itu sendiri. Bioteknologi dengan menggunakan mikroorganisme dapat menghasilkan makanan dan minuman, penghasil obat, pembasmi hama tanaman, pengolah limbah, pemisah logam dari bijih logam.


1. Mikroorganisme Pengubah dan Penghasil Makanan dan Minuman
Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan minuman. Ingatlah kembali pelajaran Metabolisme, proses fermentasi merupakan perubahan enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organik dan menjadi produk organik yang lebih sederhana. Mengapa mikroorganisme dijadikan sebagai sumber makanan? Hal tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi.
Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah sebagai berikut.

a. Pembuatan Tape

Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera, Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain:
a. bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik;
b. memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan;
c. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus);
d. memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun);
e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya.
Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem, baik untuk diminum atau untuk kue.

FAKTOR PENTING YANG MEMPENGARUHI KEMAJUAN BIOTEKNOLOGI TANAMAN INDONESIA


Perkembangan bioteknologi tanaman di Indonesia diakui oleh para ahli berlangsung secara lamban. Kalaupun ada dilakukan penelitian-penelitian terkait bioteknologi tanaman, itupun baru berlangsung sebatas tingkat penelitian laboratorium di lembaga-lembaga penelitian ataupun universitas.
Ada beberapa faktor penting yang menjadi berpengaruh sehingga menyebabkan bioteknologi tanaman di Indonesia kurang begitu berkembang:
1.Kurang maksimalnya dukungan pemerintah.
Pemerintah sangat berperan penting dalam menyukseskan kemajuan bioteknologi tanaman di Indonesia. Dukungan pemerintah tidak hanya dilakukan sebatas peraturan saja tapi finansial dan peningkatan SDM yang ahli terkait bioteknologi tanaman juga sangat dibutuhkan. Pemerintah China bahkan menginvestasikan anggaran untuk pengembangan biotek tanaman sejak tahun 1990-1999 terus mengalami peningkatan dua ka lipat. Informasi terakhir menyebutkan angka investasi mencapai $ 112.000.000.
Harapan lain bagi peneliti bioteknologi di Indonesia adalah realisasi dari UU No 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek. Dalam UU itu disebutkan bahwa pemerintah pusat, Pemda, dan masyarakat termasuk badan usaha wajib mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan, baik untuk kepentingan spesifiknya sendiri, maupun kepentingan regional dan nasional. Dengan demikian kendala dana yamg selama ini menghambat kemajuan pengembangan Iptek bisa segera terselesaikan. (Plantus, 2010).
Disisi lain dukungan dari pihak perbankan juga sangat diharuskan. LIPI (2010) menyatakan pengembangan bioteknologi terkendala salah satunya karena kurangnya dukungan pihak perbankan kepada pihak industri yang mengolah produk-produk pertanian.

Sejarah Bioteknologi


Bioteknologi Dan Sejarah Singkatnya

Sumber : Wikipedia
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakterifungi,virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzimalkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.[1] Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari padabiologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimiakomputerbiologi molekularmikrobiologigenetikakimiamatematika, dan lain sebagainya.[1] Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan birroti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.[2] Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksinantibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna.

Sekilas Bioteknologi

Semut Terkuat Hasil BioTeknologi




Pernahkah kamu digigit semut?apakah rasanya sakit?dan bagaimana jika semut yang menggigit mu adalah semut SUPERSOLDIER ?

Semut Supersoldier adalah semut dari hasil penciptaan dari Ilmuwan Ilmuwan dengan Teknologi Bioteknologi Canggih dengan hasil Rekayasa Genetika, Semut ini sendiri memiliki ukuran 5 kali lebih besar dari semut biasa yg biasanya kita lihat dan punya Penjepit Raksasa yang sangat besar di kepalanya. Ilmuwan Mengklaim, cara mereka menciptakan semut ini adalah dengan mengaktifkan gen gen kuno yang ada di dalam tubuh semut ini.
Semut yg gampang dan paling mudah untuk diaktifkan menjadi “Semut Supersoldier” adalah dari semut biasa dari golongan spesies “Pheidole Morrisi” yang memang sudah dari tubuhnya memiliki Gen untuk menjadi besar. 
Kata Ilmuwan, Semut berjenis Kepala Besar dengan Penjepit raksasa ini sebenarnya emang sudah ada kok di dunia nyata pada zaman kuno, hanya saja sekarang udah jarang untuk ditemui. Paling mudah di temukan adalah ada di negara Meksiko dan Padang Pasir America Serikat, tapi itu jarang terjadi dan sulit ditemuin…! 

Senin, 26 November 2012

foto - foto bioteknologi



Proses pembuatan Biodiesel.

Sekilas Bioteknologi



1.PROSES PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK KELAPA SAWIT

Bahan bakar diesel, selain berasal dari petrokimia juga dapat disintesis dari ester asam lemak yang berasal dari minyak nabati. Bahan bakar dari minyak nabati (biodiesel) dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan, tidak mencemari udara, mudah terbiodegradasi, dan berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Pada umumnya biodiesel disintesis dari ester asam lemak dengan rantai karbon antara C6-C22. Minyak sawit merupakan salah satu jenis minyak nabati yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon C14-C20, sehingga mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai bahan bakubiodiesel. Di PPKS, biodiesel dibuat melalui proses transesterifikasi dua tahap, dilanjutkan dengan pencucian, pengeringan dan terakhir filtrasi, tetapi jika bahan baku dari CPO maka sebelumnya perlu dilakukan esterifikasi.
Berikut proses pembuatan Biodiesel dari minyak kelapa sawit :
1.Transesterifikasi
Proses transesterifikasi meliputi dua tahap. Transesterifikasi I yaitu pencampuran antara kalium hidroksida (KOH) dan metanol (CH30H) dengan minyak sawit. Reaksi transesterifikasi I berlangsung sekitar 2 jam pada suhu 58-65°C. Bahan yangpertama kali dimasukkan ke dalam reaktor adalah asam lemak yang selanjutnya dipanaskan hingga suhu yang telah ditentukan. Reaktor transesterifikasi dilengkapi dengan pemanas dan pengaduk. Selama proses pemanasan, pengaduk dijalankan. Tepat pada suhu reaktor 63°C, campuran metanol dan KOH dimasukkan ke dalam reaktor dan waktu reaksi mulai dihitung pada saat itu. Pada akhir reaksi akan terbentuk metil ester dengan konversi sekitar 94%. Selanjutnya produk ini diendapkan selama waktu tertentu untuk memisahkan gliserol dan metil ester. Gliserol yang terbentuk berada di lapisan bawah karena berat jenisnya lebih besar daripada metil ester. Gliserol kemudian dikeluarkan dari reaktor agar tidak mengganggu proses transesterifikasi II. Selanjutnya dilakukan transesterifikasi II pada metil ester. Setelah proses transesterifikasi II selesai, dilakukan pengendapan selama waktu tertentu agar gliserol terpisah dari metil ester. Pengendapan II memerlukan waktu lebih pendek daripada pengendapan I karena gliserol yang terbentuk relatif sedikit dan akan larut melalui proses pencucian.
2.Pencucian
Pencucian hasil pengendapan pada transesterifikasi II bertujuan untuk menghilangkan senyawa yang tidak diperlukan seperti sisa gliserol dan metanol. Pencucian dilakukan pada suhu sekitar 55°C. Pencucian dilakukan tiga kali sampai pH campuran menjadi normal (pH 6,8-7,2). Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan air yang tercampur dalam metil ester. Pengeringan dilakukan sekitar 10 menit pada suhu 130°C. Pengeringan dilakukan dengan cara memberikan panas pada produk dengan suhu sekitar 95°C secara sirkulasi. Ujung pipa sirkulasi ditempatkan di tengah permukaan cairan pada alat pengering.
3.Filtrasi
Tahap akhir dari proses pembuatan biodiesel adalah filtrasi. Filtrasi bertujuan untuk menghilangkan partikel- partikel pengotor biodiesel yang terbentuk selama proses berlangsung, seperti karat (kerak besi) yang berasal dari dinding reaktor atau dinding pipa atau kotoran dari bahan baku. Filter yang dianjurkan berukuran sama atau lebih kecil dari 10 mikron.
http://lukman-blog-perkebunan.blogspot.com/2008/12/proses-pembuatan-biodiesel-minyak.html

2.Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berbasis minyak nabati atau lemak hewan, salah satu bahkan bakunya berupa limbah minyak makan dari restoran. Mesin kendaraan dapat dikonversi untuk dapat membakar biodiesel dalam bentuk murni, dan biodiesel juga dapat dicampur dengan diesel konvensional untuk digunakan pada mesin yang tidak dimodifikasi. Biodiesel aman, biodegradable, dan dapat mengurangi polusi udara.
(by:http://www.indoenergi.com/2012/04/8-bahan-bakar-alternatif-potensial.html