Selasa, 25 Maret 2014
Cinta
cinta..
ya benar rasa yang setiap orang rasakan ..
begitu nyaman bersamanya..
begitu perih bila tersakiti..
begitu terkenang setelah pergi..
cinta..
ada di dua hati
ada di dalam jiwa
ada di dalam keseharian
cinta..
selalu bersama
jika berpisah, terasa rindu
terasa jauh ketika tidak terlihat..
itulah yang tuhan berikan sebuah rasa yang kadang sebagian orang tidak mengetahuinya. mungkin itulah cinta buta,cinta yang tak terlihat tp bisa di rasakan
ya benar rasa yang setiap orang rasakan ..
begitu nyaman bersamanya..
begitu perih bila tersakiti..
begitu terkenang setelah pergi..
cinta..
ada di dua hati
ada di dalam jiwa
ada di dalam keseharian
cinta..
selalu bersama
jika berpisah, terasa rindu
terasa jauh ketika tidak terlihat..
itulah yang tuhan berikan sebuah rasa yang kadang sebagian orang tidak mengetahuinya. mungkin itulah cinta buta,cinta yang tak terlihat tp bisa di rasakan
Minggu, 16 Maret 2014
Hidup
banyak orang berfikir untuk tidak melanjutkan hidup dan banyak pula orang yang berfikir untuk terus menggapi mimpi mipi di hidupnya. aku cukup tau tentang hidup , walau pun umurku masih belia. ada seorang perempuan yang mengajarkan ku banyak tentang hidup. dialah Ibu. aku lair dari keturunan suku sasak dan suku jawa,memang terbayang jelas dari kedua suku ini memiliki latar belakang yang berbeda..tapi di rumah ini,kerajaan kecil keluargaku aku belajar banyak tentang arti kehidupan. ibu adalah seorang guru, ia bekerja tepat pada pukul 7 pagi. tiap pagi ia bangun pagi untuk membuat kan bekal untukku. setiap pagi selalu ku bawa bekal berisi nasi dan masakan yang dibuat ibuku. sempat aku bertanya "bu,mengapa ibi bawakan aku bekal setiap hari,teman temanku saja tidak membawa bekal?" ibu hanya tersenyum. ketika di sekolah aku bertanya pada temanku "hey kenapa kamu jarang sekali membawa bekal?" ia menjawab " ibu ku tidak sempat memasakkan nya untukku,katanya itu terlalu pagi untuk bangun di pagi hari.". "apakah ibu mu bekerja?" tanyaku lagi "tidak ibu tidak bekerja." jawab anak itu. disitu dapat aku ambil kesimpulan , ibuku adalah ibu yang sempurna tuhan memberikan wanita ini dengan segala kelebihan,ia rela bangun pagi,ia rela terlambat bekerja. hanya demi sekotak bekal untuk anaknya. - S.W
Rabu, 05 Desember 2012
Era Bioteknologi
Peranan mikrobiologi akan memberi warna, wawasan dan cakrawala
barnubagi kehidupan bioteknologi modem. Bahan baku biomassa yang ada
merupakan "renwable frontier" dapat diolah oleh bioteknologi tradisional maupun
modem sehingga menjadi produk baru yang sangat berharga. Produk-produk
bioteknologi sangat erat dengan perkembangan bioteknologi pada jamannya. Adapun
era biteknologi tersebut adalah:
1. Era Pra Pasteur ( sebelum 1865 )
Perbaikan teknik fermentasi oleh mikroorganisme misalnya minuman beralkohol.
2. Era Pasteur (1865-1940)
Pengembangan industri fermentasi pembuatan etanol, butanol dan asam organik,
perlakuan air buangan.
3. Era Antibiotika ( 1940-1960)
Pembuatan penisilin yang mulai digunakan pada saat pendaratan tentara Amerika
di Normandi selama perang dunia II, vaksin virus, teknologi kultur sel hewan.
4. Era Pasca Antibiotika ( 1960-1975 )
Asam -asam amino elusidasi s1ruktur DNA, protein sel tunggal, enzim untuk
deterjen, gasohol, biogas, teknologi rekombinan DNA.
5. Era biteknologi modem ( 1975- sekarang )
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/833/1/biologi-mizawarti.pdf
Senjata Biologis, Sisi Kelam Revolusi Bioteknologi
Peranan teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang, segala hal yang dahulu rasanya tidak akan mungkin pernah terjadi justru saat ini menjadi hal yang sangat lumrah untuk ditemui di sekitar kita. Perkembangan teknologi yang begitu pesatlah penyebabnya. Teknologi yang pada awalnya hanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia sekarang nyaris mampu menggantikan peranan langsung manusia itu sendiri dalam melakukan berbagai macam pekerjaan. Tentu saja, hal ini membawa keuntungan berlipat bagi manusia melebihi apabila kita tidak memanfaatkan penggunaan teknologi tersebut.
Bioteknologi
Dunia biologi dan kesehatan tentunya turut terkena imbas perkembangan pesat teknologi ini. Pernah mendengar istilah bioteknologi? Bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup sehingga dapat menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan hidup manusia. Dengan kata lain, bioteknologi memanfaatkan teknologi yang diterapkan kepada makhluk hidup untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi manusia. Contoh produk bioteknologi sederhana adalah salah satu makanan favorit rakyat Indonesia, tempe.
Revolusi Bioteknologi
Awal abad ke-20 merupakan era baru bagi sejarah dunia kesehatan. Teknologi di bidang ini mengalami perkembangan pesat seiring dengan revolusi-revolusi di bidang teknologi lainnya, seperti teknologi komunikasi dan transportasi. Penemuan mikroskop menjadi tonggak sejarah penanda kemajuan dunia bioteknologi.
Anda pernah mendengar istilah ‘kloning’ atau ‘rekayasa gen’, bukan? Bagaimana dengan fertilisasi in vitro alias bayi tabung? Rasanya telinga ini cukup akrab dengan istilah-istilah di atas.
Sudah bukan merupakan hal yang mustahil bagi para petani untuk menentukan sendiri karakter tanaman yang diinginkan. Bioteknologi memungkinkan mereka untuk mendapatkan buah atau sayuran dengan sifat yang unggul. Begitu juga dalam urusan kesehatan manusia, contohnya ketika Alexander Fleming menemukan organisme yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Organisme ini pada akhirnya dijadikan penisilin untuk mengobati luka para prajurit di medan perang. Selain itu, bioteknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu para penderita diabetes melalui pembuatan hormon insulin dengan melakukan rekombinasi DNA. Banyak lagi contoh pemanfaatan bioteknologi modern, sehingga dapat disebut juga kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan ini dapat menyelamatkan ribuan nyawa manusia.
Namun, apa yang akan terjadi jika teknologi tersebut malah berbalik mengontrol hidup manusia? Bagaimana pula jika penggunaan teknologi ini telah melewati ambang kewajaran, padahal kita tahu betul apapun yang dilakukan secara berlebihan pastilah akan menimbulkan dampak negatif. Hal yang dapat lebih mengerikan lagi, bagaimana jika penggunaan teknologi ini justru merugikan orang banyak?
Peran Bioteknologi dalam Pembuatan Senjata Biologi
Bom E120, salah satu senjata biologi yang
berisi 0.1 kg agen biologi cair dan dikembangkan pada tahun 1960-an.
Kemajuan ilmu bioteknologi (terutama rekayasa
genetika) memiliki dampak negatif dan positif dalam pengembangan senjata
biologi. dalam positif yang ditimbulkan adalah munculnya metode dan berbagai
cara deteksi, identifikasi, dan neutralisasi agen
biologi patogen secara
lebih cepat. Berbagai
jenisvaksin dan anti-toksin juga
telah dikembangkan untuk mengontrol bakteri dan virus patogen yang digunakan
sebagai senjata biologi. Modifikasi materi genetik/DNA organisme juga
telah diterapkan untuk membuat racun, elemen yang menular, maupun senjata
biologi yang mematikan. Data Proyek Genom Manusia (Human Genome
Project) juga telah dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem pertahanan sipil dan nasional suatu
negara dalam melawan penggunaan dan pembuatan senjata biologi serta
mengembangkan antibiotik dan vaksin baru.
Kemajuan bioteknologi juga
dapat disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mengembangkan senjata biologi
yang sangat berbahaya, contohnya adalah menghasilkan organisme makroskopis yang
secara genetik sudah dimodifikasi untuk memproduksi toksin atau racun
berbahaya. Berbagai agen biologi patogen juga dapat direkayasa secara
genetik agar lebih tahan atau stabil pada kondisi lingkungan yang kurang
menguntungkan dan memiliki resistensiterhadap antibiotik, vaksin,
dan terapi yang
sudah ada. Selain itu, bioteknologi juga dimanfaatkan untuk pembuatan agen
biologi yang tidak dapat dikenali oleh sistem imun atau antibodi tubuh
karena profil imunologisnya telah diubah. Apabila senjata biologi yang
telah dikembangkan dimanfaatkan untuk bioterorisme atau
penyalahgunaan lainnya maka akan timbul kekacauan di dunia.
Bioteknologi Bisa "Merakit" Ikan Tahan Penyakit
Indonesia bisa mengadopsi dari ilmuwan China.
VIVAnews - Perkembangan bioteknologi akuakultur atau budidaya perairan di China sudah berlangsung sejak dekade 50an. Indonesia bisa mengadopsi dari ilmuwan China yang kemudian meringkas pengalaman akuakulturnya menjadi 8 kata.
"Yaitu, air, benih, pakan, kepadatan, polikultur, rotasi, penyakit dan manajemen." Demikian disampaikan pakar perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Enang Haris, dalam Simposium Nasional Bioteknologi Akuakultur IV di Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Oktober 2012.
"Yaitu, air, benih, pakan, kepadatan, polikultur, rotasi, penyakit dan manajemen." Demikian disampaikan pakar perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Enang Haris, dalam Simposium Nasional Bioteknologi Akuakultur IV di Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Oktober 2012.
Menurut mantan Dekan Fakultas Perikan dan Ilmu Kelautan IPB itu, bioteknologi akuakultur merupakan salah satu komponen penting bagi kemajuan akuakultur suatu bangsa.
Sejak ditemukan di China, kata Enang, perkembangan akuakultur diaplikasikan melalui teknologi induce breeding secara besar-besaran terhadap ikan Chinese carp. Indonesia harus berkaca dari keberhasilan China dengan memerankan bioteknologi untuk diterapkan bagi kemajuan industrialisasi akuakultur.
Ketua panitia acara ini, Nur Bambang Priyo Utomo juga menyampaikan betapa pentingnya bioteknologi dalam mendukung industri akuakultur. Salah satu dihelatnya acara ini adalah untuk mensosialisasikan hasil penelitian, menghimpun konsep pemikiraan dalam memanfaatkan dan mengembangkan bioteknologi akuakulutur.
"Jadi perkembangan perikanan budidaya harus dikawal. Bila tidak dikawal dengan bioteknologi, bisa membahayakan lingkungan," kata nur Bambang yang juga ahli pakan perikanan dari IPB ini.
Nur Bambang melanjutkan, simposium ini juga membahas tentang penyakit ikan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menangani masalah penyakit ikan dengan melalui "perakitan ikan" yang tahan terhadap penyakit.
"Cara perakitan ikan itu sudah disampaikan Dr Ryosuke Yazawa dari Tokyo University," jelas Nur Bambang. Perakitan ikan ini untuk menciptakan ikan yang tahan terhadap penyakit. "Perkembangan produksi ikan zebra dan perakitan udang yang tahan penyakit di Jepang bisa dijadikan model pengembangan teknologi serupa di Indonesia."
© VIVA.co.id
Sejak ditemukan di China, kata Enang, perkembangan akuakultur diaplikasikan melalui teknologi induce breeding secara besar-besaran terhadap ikan Chinese carp. Indonesia harus berkaca dari keberhasilan China dengan memerankan bioteknologi untuk diterapkan bagi kemajuan industrialisasi akuakultur.
Ketua panitia acara ini, Nur Bambang Priyo Utomo juga menyampaikan betapa pentingnya bioteknologi dalam mendukung industri akuakultur. Salah satu dihelatnya acara ini adalah untuk mensosialisasikan hasil penelitian, menghimpun konsep pemikiraan dalam memanfaatkan dan mengembangkan bioteknologi akuakulutur.
"Jadi perkembangan perikanan budidaya harus dikawal. Bila tidak dikawal dengan bioteknologi, bisa membahayakan lingkungan," kata nur Bambang yang juga ahli pakan perikanan dari IPB ini.
Nur Bambang melanjutkan, simposium ini juga membahas tentang penyakit ikan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menangani masalah penyakit ikan dengan melalui "perakitan ikan" yang tahan terhadap penyakit.
"Cara perakitan ikan itu sudah disampaikan Dr Ryosuke Yazawa dari Tokyo University," jelas Nur Bambang. Perakitan ikan ini untuk menciptakan ikan yang tahan terhadap penyakit. "Perkembangan produksi ikan zebra dan perakitan udang yang tahan penyakit di Jepang bisa dijadikan model pengembangan teknologi serupa di Indonesia."
© VIVA.co.id
sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/360515-bioteknologi-bisa--merakit--ikan-tahan-penyakit
Selasa, 04 Desember 2012
ISLAM TERHADAP BIOTEKNOLOGI
Menggunakan kaedah biologi untuk kesejahteraan manusia dikenali dengan bioteknologi. Ia berasal dari dua kata iaitu bio bermakna makhluk hidup dan teknologi pula adalah cara untuk memproduksi atau membuat barang tertentu.Secara sederhana, bioteknologi adalah usaha untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan mikro organisma tanaman dan haiwan untuk kepentingan ekonomi. Hal sama dinyatakan oleh European Federation of Biotechnology (1989) bahawa bioteknologi adalah perpaduan ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa untuk meningkatkan aplikasi organisma hidup, sel, bahagian organisma hidup dan molekul untuk menghasilkan satu produksi atau jasa.Ertinya, bioteknologi tidak menggunakan unsur kimia dalam memproduksi sesuatu. Sebabnya, ia hanya menggunakan mikro organisma, sel dan molekul benda itu dengan merekayasanya untuk tujuan tertentu. Ia sehingga sel hidup yang ada dalam tumbuhan atau haiwan itu dapat melakukan tugas tertentu yang bermanfaat dengan cara yang dapat dijangka dan dikawal.
Oleh itu, menurut Ratledge (1992) bioteknologi sebenarnya bukanlah setakat ilmu pengetahuan. Ia juga penerapan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan. Hal ini bermakna ia adalah perkara praktikal bukan teoritikal.Berdasarkan definisi di atas, maka nenek moyang kita telah melakukan bioteknologi secara tradisional yang mereka sendiri tidak memahami rumusan sainsnya. Sebab pembuatan tempe, cuka, belacan dan dadih sebenarnya melalui proses bioteknologi, walaupun dalam batas dan bentuk yang sangat sederhana.Saintis sependapat bahawa bioteknologi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan lingkungan.
Hal ini kerana sifat bioteknologi lebih mesra alam berbanding pendekatan kimia dan fizik.Penggunaan kaedah bioteknologi dapat dilakukan dalam pelbagai aspek kehidupan seperti perubatan, alam sekitar, produksi makanan dan pertanian. Dalam ilmu perubatan, bioteknologi sangat berperanan menciptakan ubat-ubatan seperti insulin untuk penderita sakit kencing manis serta pembuatan pelbagai antibiotik dan vaksin yang dapat mencegah banyak penyakit baik yang disebabkan oleh bakteria, virus mahupun genetik.Dalam aspek alam sekitar, bioteknologi dapat digunakan untuk memodifikasi bakteria tertentu untuk mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat kepada manusia.Bioteknologi juga sangat berperanan dalam aspek makanan dan pertanian. Dengan kaedah bioteknologi, bahan makanan, vitamin, enzim dan sebagainya akan dapat dihasilkan dengan lebih banyak dan berkualiti tinggi.Bidang pertanian sangat memerlukan kaedah ini. Bioteknologi dapat meningkatkan kandungan nutrisi tanaman serta membuat ia lebih tahan daripada gangguan pelbagai penyakit dan tidak tergantung kepada keadaan cuaca atau musim.Dalam ajaran Islam, alam dan isinya seperti haiwan dan tumbuh-tumbuhan diciptakan untuk manusia. Manusia diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengambil manfaat daripadanya.
Kajian Islam tentang Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran
Al-Baqarah 164
Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Rabu, 28 November 2012
Bioteknologi Dengan Menggunakan Mikroorganisme
Pada umumnya bioteknologi menggunakan mikroorganisme karena dapat tumbuh dengan cepat, mengandung protein yang cukup tinggi, dapat menggunakan produk-produk sisa sebagai substratnya misalnya dari limbah dapat menghasilkan produk yang tidak toksik dan reaksi biokimianya dapat dikontrol oleh enzim organisme itu sendiri. Bioteknologi dengan menggunakan mikroorganisme dapat menghasilkan makanan dan minuman, penghasil obat, pembasmi hama tanaman, pengolah limbah, pemisah logam dari bijih logam.
1. Mikroorganisme Pengubah dan Penghasil Makanan dan Minuman
Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan minuman. Ingatlah kembali pelajaran Metabolisme, proses fermentasi merupakan perubahan enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organik dan menjadi produk organik yang lebih sederhana. Mengapa mikroorganisme dijadikan sebagai sumber makanan? Hal tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi.
Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah sebagai berikut.
a. Pembuatan Tape
Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera, Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain:
a. bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik;
b. memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan;
c. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus);
d. memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun);
e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya.
Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem, baik untuk diminum atau untuk kue.
FAKTOR PENTING YANG MEMPENGARUHI KEMAJUAN BIOTEKNOLOGI TANAMAN INDONESIA
Perkembangan bioteknologi tanaman di Indonesia diakui oleh para ahli berlangsung secara lamban. Kalaupun ada dilakukan penelitian-penelitian terkait bioteknologi tanaman, itupun baru berlangsung sebatas tingkat penelitian laboratorium di lembaga-lembaga penelitian ataupun universitas.
Ada beberapa faktor penting yang menjadi berpengaruh sehingga menyebabkan bioteknologi tanaman di Indonesia kurang begitu berkembang:
1.Kurang maksimalnya dukungan pemerintah.
Pemerintah sangat berperan penting dalam menyukseskan kemajuan bioteknologi tanaman di Indonesia. Dukungan pemerintah tidak hanya dilakukan sebatas peraturan saja tapi finansial dan peningkatan SDM yang ahli terkait bioteknologi tanaman juga sangat dibutuhkan. Pemerintah China bahkan menginvestasikan anggaran untuk pengembangan biotek tanaman sejak tahun 1990-1999 terus mengalami peningkatan dua ka lipat. Informasi terakhir menyebutkan angka investasi mencapai $ 112.000.000.
Harapan lain bagi peneliti bioteknologi di Indonesia adalah realisasi dari UU No 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek. Dalam UU itu disebutkan bahwa pemerintah pusat, Pemda, dan masyarakat termasuk badan usaha wajib mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan, baik untuk kepentingan spesifiknya sendiri, maupun kepentingan regional dan nasional. Dengan demikian kendala dana yamg selama ini menghambat kemajuan pengembangan Iptek bisa segera terselesaikan. (Plantus, 2010).
Disisi lain dukungan dari pihak perbankan juga sangat diharuskan. LIPI (2010) menyatakan pengembangan bioteknologi terkendala salah satunya karena kurangnya dukungan pihak perbankan kepada pihak industri yang mengolah produk-produk pertanian.
1.Kurang maksimalnya dukungan pemerintah.
Pemerintah sangat berperan penting dalam menyukseskan kemajuan bioteknologi tanaman di Indonesia. Dukungan pemerintah tidak hanya dilakukan sebatas peraturan saja tapi finansial dan peningkatan SDM yang ahli terkait bioteknologi tanaman juga sangat dibutuhkan. Pemerintah China bahkan menginvestasikan anggaran untuk pengembangan biotek tanaman sejak tahun 1990-1999 terus mengalami peningkatan dua ka lipat. Informasi terakhir menyebutkan angka investasi mencapai $ 112.000.000.
Harapan lain bagi peneliti bioteknologi di Indonesia adalah realisasi dari UU No 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek. Dalam UU itu disebutkan bahwa pemerintah pusat, Pemda, dan masyarakat termasuk badan usaha wajib mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan, baik untuk kepentingan spesifiknya sendiri, maupun kepentingan regional dan nasional. Dengan demikian kendala dana yamg selama ini menghambat kemajuan pengembangan Iptek bisa segera terselesaikan. (Plantus, 2010).
Disisi lain dukungan dari pihak perbankan juga sangat diharuskan. LIPI (2010) menyatakan pengembangan bioteknologi terkendala salah satunya karena kurangnya dukungan pihak perbankan kepada pihak industri yang mengolah produk-produk pertanian.
Sejarah Bioteknologi
Bioteknologi Dan Sejarah Singkatnya
Sumber : Wikipedia
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi,virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.[1] Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari padabiologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya.[1] Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.[2] Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. |
Sekilas Bioteknologi
Semut Terkuat Hasil BioTeknologi
Pernahkah
kamu digigit semut?apakah rasanya sakit?dan bagaimana jika semut yang menggigit
mu adalah semut SUPERSOLDIER ?
Semut Supersoldier adalah semut dari
hasil penciptaan dari Ilmuwan Ilmuwan dengan Teknologi Bioteknologi Canggih
dengan hasil Rekayasa Genetika, Semut ini sendiri memiliki ukuran 5 kali lebih
besar dari semut biasa yg biasanya kita lihat dan punya Penjepit Raksasa yang
sangat besar di kepalanya. Ilmuwan Mengklaim, cara mereka menciptakan semut ini
adalah dengan mengaktifkan gen gen kuno yang ada di dalam tubuh semut ini.
Semut yg gampang dan paling mudah untuk
diaktifkan menjadi “Semut Supersoldier” adalah dari semut biasa dari golongan
spesies “Pheidole Morrisi” yang memang sudah dari tubuhnya memiliki Gen untuk
menjadi besar.
Kata Ilmuwan, Semut berjenis Kepala Besar dengan
Penjepit raksasa ini sebenarnya emang sudah ada kok di dunia nyata pada zaman
kuno, hanya saja sekarang udah jarang untuk ditemui. Paling mudah di temukan
adalah ada di negara Meksiko dan Padang Pasir America Serikat, tapi itu jarang
terjadi dan sulit ditemuin…!
Senin, 26 November 2012
Sekilas Bioteknologi
1.PROSES PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK KELAPA SAWIT
Bahan bakar diesel, selain berasal dari petrokimia juga dapat disintesis dari ester asam lemak yang berasal dari minyak nabati. Bahan bakar dari minyak nabati (biodiesel) dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan, tidak mencemari udara, mudah terbiodegradasi, dan berasal dari bahan
Berikut proses pembuatan Biodiesel dari minyak kelapa sawit :
1.Transesterifikasi
Proses transesterifikasi meliputi dua tahap. Transesterifikasi I yaitu pencampuran antara kalium hidroksida (KOH) dan metanol (CH30H) dengan minyak sawit. Reaksi transesterifikasi I berlangsung sekitar 2 jam pada suhu 58-65°C. Bahan yang
pertama kali dimasukkan ke dalam reaktor adalah asam lemak yang selanjutnya dipanaskan hingga suhu yang telah ditentukan. Reaktor transesterifikasi dilengkapi dengan pemanas dan pengaduk. Selama proses pemanasan, pengaduk dijalankan. Tepat pada suhu reaktor 63°C, campuran metanol dan KOH dimasukkan ke dalam reaktor dan waktu reaksi mulai dihitung pada saat itu. Pada akhir reaksi akan terbentuk metil ester dengan konversi sekitar 94%. Selanjutnya produk ini diendapkan selama waktu tertentu untuk memisahkan gliserol dan metil ester. Gliserol yang terbentuk berada di lapisan bawah karena berat jenisnya lebih besar daripada metil ester. Gliserol kemudian dikeluarkan dari reaktor agar tidak mengganggu proses transesterifikasi II. Selanjutnya dilakukan transesterifikasi II pada metil ester. Setelah proses transesterifikasi II selesai, dilakukan pengendapan selama waktu tertentu agar gliserol terpisah dari metil ester. Pengendapan II memerlukan waktu lebih pendek daripada pengendapan I karena gliserol yang terbentuk relatif sedikit dan akan larut melalui proses pencucian.
pertama kali dimasukkan ke dalam reaktor adalah asam lemak yang selanjutnya dipanaskan hingga suhu yang telah ditentukan. Reaktor transesterifikasi dilengkapi dengan pemanas dan pengaduk. Selama proses pemanasan, pengaduk dijalankan. Tepat pada suhu reaktor 63°C, campuran metanol dan KOH dimasukkan ke dalam reaktor dan waktu reaksi mulai dihitung pada saat itu. Pada akhir reaksi akan terbentuk metil ester dengan konversi sekitar 94%. Selanjutnya produk ini diendapkan selama waktu tertentu untuk memisahkan gliserol dan metil ester. Gliserol yang terbentuk berada di lapisan bawah karena berat jenisnya lebih besar daripada metil ester. Gliserol kemudian dikeluarkan dari reaktor agar tidak mengganggu proses transesterifikasi II. Selanjutnya dilakukan transesterifikasi II pada metil ester. Setelah proses transesterifikasi II selesai, dilakukan pengendapan selama waktu tertentu agar gliserol terpisah dari metil ester. Pengendapan II memerlukan waktu lebih pendek daripada pengendapan I karena gliserol yang terbentuk relatif sedikit dan akan larut melalui proses pencucian.
2.Pencucian
Pencucian hasil pengendapan pada transesterifikasi II bertujuan untuk menghilangkan se
nyawa yang tidak diperlukan seperti sisa gliserol dan metanol. Pencucian dilakukan pada suhu sekitar 55°C. Pencucian dilakukan tiga kali sampai pH campuran menjadi normal (pH 6,8-7,2). Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan air yang tercampur dalam metil ester. Pengeringan dilakukan sekitar 10 menit pada suhu 130°C. Pengeringan dilakukan dengan cara memberikan panas pada produk dengan suhu sekitar 95°C secara sirkulasi. Ujung pipa sirkulasi ditempatkan di tengah permukaan cairan pada alat pengering.
nyawa yang tidak diperlukan seperti sisa gliserol dan metanol. Pencucian dilakukan pada suhu sekitar 55°C. Pencucian dilakukan tiga kali sampai pH campuran menjadi normal (pH 6,8-7,2). Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan air yang tercampur dalam metil ester. Pengeringan dilakukan sekitar 10 menit pada suhu 130°C. Pengeringan dilakukan dengan cara memberikan panas pada produk dengan suhu sekitar 95°C secara sirkulasi. Ujung pipa sirkulasi ditempatkan di tengah permukaan cairan pada alat pengering.
3.Filtrasi
Tahap akhir dari proses pembuatan biodiesel adalah filtrasi. Filtrasi bertujuan untuk menghilangkan partikel- partikel pengotor biodiesel yang terbentuk selama proses berlangsung, seperti karat (kerak besi) yang berasal dari dinding reaktor atau dinding pipa atau kotoran dari bahan baku . Filter yang dianjurkan berukuran sama atau lebih kecil dari 10 mikron.
http://lukman-blog-perkebunan.blogspot.com/2008/12/proses-pembuatan-biodiesel-minyak.html
2.Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berbasis minyak nabati atau lemak hewan, salah satu bahkan bakunya berupa limbah minyak makan dari restoran. Mesin kendaraan dapat dikonversi untuk dapat membakar biodiesel dalam bentuk murni, dan biodiesel juga dapat dicampur dengan diesel konvensional untuk digunakan pada mesin yang tidak dimodifikasi. Biodiesel aman, biodegradable, dan dapat mengurangi polusi udara.
2.Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berbasis minyak nabati atau lemak hewan, salah satu bahkan bakunya berupa limbah minyak makan dari restoran. Mesin kendaraan dapat dikonversi untuk dapat membakar biodiesel dalam bentuk murni, dan biodiesel juga dapat dicampur dengan diesel konvensional untuk digunakan pada mesin yang tidak dimodifikasi. Biodiesel aman, biodegradable, dan dapat mengurangi polusi udara.
(by:http://www.indoenergi.com/2012/04/8-bahan-bakar-alternatif-potensial.html
Sabtu, 24 November 2012
Bioteknologi
1.
Defiisi
Bioteknologi
a.
Bioteknologi
dapat diartikan pemanfaatan proses biologis untuk menghasilkan barang dan
jasa,dengan menggunakan rekayasa fermentasi,biokimia,genetika.
b.
Bioteknologi dapat di kelompokan menjadi 2 :
i.
Bioteknilogi
tradisional
ii.
Bioteknologi
modern
2.
Bioteknologi
Tradisional
a.
Bioteknologi
tradisional adalah pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuuatan jenis makanan
dan minuman.
b.
Reaksi
proses fermentasi (respirasi secara anaerob atau tanpa memerlukan oksigen )
seperti yang di lakukan saccharomyces
cereviceae
Pada industry minuman wine atau bir hasil
fermentasi yang di harapkan adalah alcohol. Sedangkan pada pembuatan roti,hasil fermentasi yang
diharapkan,adalah CO2 .dengan adanya CO2 Dalam adonan
roti akan mengakibatkan adonan roti akan mengembang pada saat di bakar.
c.
Beberapa
hal yang harus di perhatikan pada saat fermentasi :
i.
Kemurnian
mikroorganisme yang di gunakan
ii.
Kebersihan
ketika melakukan pekerjaan ,jangan sampai tercamur atau ter kontaminasi
organism lain.
iii.
Suhu
fermentasi
Rabu, 21 November 2012
Bioteknologi secara luas
- LATAR BELAKANG MASALAH Biotekhnologi adalah terapan biologi yang melibatkan disilin ilmu mikrobilogi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler.definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara modern, bioteknolofi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagian-bagian yang sudah direkayasa secara in vitro untuk mrenghasilkan barang dan jasa pada skala industri. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu bioteknolog juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai proses industri. Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau ransformasi kimia yang diinginkan. Transformasi kimia itu lebih lanjut dapat dibagi menjadi dua sub bagian, yakni: 1. Pembentukan suatu produk akhir yang siinginkan, contohnya enzim anti biotik, asam orgainik dan steroid. 2. Penguraian bahan sisa produksi, contohnya buangan air limbah, destruksi buangan industri, atau tumpahan minyak. Dewasa ini, penerapan bioteknologi sangat penting diberbagai bidang, misalnya di bidang pengolahan bahan pangan, farmasi, kedokteran, pengolahan limbah dan pertambangan.
- Pemanfaatan Biotekhnologi dalam kehidupan sehari-hari: Ø Pada bidang pangan Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba (tempe,roti,keju,yoghurt,kecap,dll) Berikut tabel penerapan bioteknologi pada bidang pangan: NO PRODUK BAHAN MENTAH MICRO ORGANISME 1. 2. Produk dari Susu Keju Susu Fermentasi (Yoghurt) Susu Susu kental Streptococcus sp. Lactobacillus sp. 3. 4. Produk dari Limbah Protein Sel Tunggal (PST) Mikoprotein Molase dan garam amonium Sampah Organik Saccharomyces cerevisae Fusarium graminearum 5. 6. 7. 8. 9. 10. Produk dari nabati Tempe Kecap Tape Anggur Nata de Coco Roti Kedelai Kedelai Beras ketan atau singkong Buah anggur Air kelapa Tepung beras Rhizopus sp. Aspergillus sp. Rhizopus, Aspergillus Saccharomyces sp. Acetobacter xylinum Saccharomyces cereviceae Ø Bidang Kesehatan Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal, pembuatan vaksin, terapi gen dan pembuatan antibiotik. Proses penambahan DNA asing pada bakteri merupaka prospek untuk memproduksi hormon atau obat-obatan di dunia kedokteran. Contohnya pada produksi hormon insulin, hormon pertumbuhan dan zat antivirus yang disebut interferon. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin dari luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan, insulin dapat dipanen dari bakteri. Beberapa penyakit menurun atau kelainan genetik dapat disembuhkan dengan cara menyisipkan gen yang kurang pada penderita, cara ini dikenal dengan istilah terapi gen. Berikut penerapan bioteknologi pada bidang kesehatan: Jenis mikroorganisme Produk asam amino Vitamin Corynebacterium glutamicum Treonin dan lisin - Brevibacterium sp. Glutamat - Micrococcus glutamicus lisin - Pseudomonas sp. - Vitamin B12 Propinionicbacterium - Vitamin B12 Ashbya gossypii - Riboflamin Streptomyces oliveus - Kobalamin Ø Bidang Lingkungan Pencemaran lingkungan merupakan salah satu isu global yang marak dibicarakan saat ini. Tingginya tingkat pencemaran akan berdampak serius terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Di bidang lingkungan, bioteknologi diantaranya berperan dalam: 1. Menghasilkan energi berupa bahan bakar yang ramah lingkungan, misalnya etanol dan biogas (gas metana) 2. Pengolahan berbagai macam limbah, misalnya limbah industri, limbah plastik dan pencemaran air yang disebabkan oleh minyak melalui bioremediasi Ø Bidang Pertanian Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi genetik dengan bioteknologi melalui rekayasa genetika untuk memperoleh varietas unggul, produksi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida. Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap kemajuan ilmu pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional telah memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia. Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang. Mikroba yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian, demikian juga dalam cara lain, seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bacteri Rhizobium. Keturunan bacteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50%. Rekayasa genetik lain sedang mencoba mengembangkan turunan dari bacteri Azotobacter yang melekat pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacang-kacangan (seperti jagung) dan mengembangbiakan, membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan). Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya tanaman pertanian. Untuk mengatasinya, selama ini digunakan pestisida. Namun ternyata pestisida banyak menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain matinya organigme nontarget, keracunan bagi hewan dan manusia, serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari terobosan untuk mengatasi masalah, tersebut dengan cara yang lebih aman. Kita mengetahui bahwa mikroorganisme yang terdapat di alam sangat banyak, dan setiap jenis mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis mikroorganisme, ada suatu kelompok yang bersifat patogenik (dapat menyebabkan penyakit) pada hama tertentu, namun tidak menimbulkan penyakit bagi makhluk hidup lain. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus thuringiensis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu menghasilkan suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga, terutama seranggga dari ordo Lepidoptera. Protein ini bersifat mudah larut dan aktif menjadi menjadi toksik, terutama setelah masuk ke dalam saluran pencemaan serangga. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan, dan dapat dimafaatkan sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. Pemakaian biopestisida ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian pestisida kimia. Dengan berkembangnya bioteknologi, sekarang dapat diperoleh cara yang lebih efektif lagi untuk membasmi hama. Pada saat ini sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten terhadap hama. Tanaman transgenik diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin yang dimiliki oleh B. thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel beberapa tanaman budidaya. Dengan cara ini, diharapkan tanaman tersebut mampu menghasilkan protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak diperlukan lagi. Ø Bidang Peternakan Penerapan bioteknologi pada peternakan contohnya adalah hewan transgenik dan hormon bovin somatotropin. 1. Hewan Transgenik Hewan yang diberi perlakuan rekayasa genetika disebut hewan transgenik. Pada hewan-hewan tersebut disisipkan gen-gen tertentu yang dibutuhakan manusia. Sebagi contohnya adalah domba transgenik. DNA domba tersebut telah disisipi dengan gen manusia yang disubut dengan faktor VII ( merupakan protein pembeku darah). Dengan adanya penyisipan tersebut domba mneghasilkan susu yang mengandung faktor VIII yang dapat dimurnikan untuk menolong penderita hemofilia. Rekayasa genitika pada hewan juga dapat membantu melestarikan spsies langka. Sebagai contoh sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam pada kuda spesies lain. Spesies lain yang dipinjam rahimnya disebut surrogate. Anak zebra akan lahir dari kuda surrogate. Hal yang sama sudah diterapkan pada keledai yang hampir punah di Australia. Teknik pelestarian dengan rekayasa genetika sangat berguna karena: a. Induk dari spesies biasa dapat melahirkan spesies langka. b. Telur hewan langka yang sudah dibuahidapat dibekukan. Lalu disimpan bertahun-tahun, bahkan setelah induknya mati. Jika sudah ditemukan surrogate yang sesuai, telur tadi ditransplatasikan. 2. Hormon Bovine Somatotrophin (Hotmon BST) Dengan rekayasa genetika juga dapat diproduksi hormon pertumbuhan hewan, yaitu hormon BST (Bovine Somatotrophin) Caranya adalah sebagai berikut: a. Plasmid bakteri E. coli di[otong dengan enzim endonuklease. b. Gen somatotrophin diisolasi dari sel sapi. c. Gen somatotrophin disisipkan ke plasmid bakteri. d. Plasmid dimasukkan lagi ke plasmid bakteri. e. Bakteri yang menghasilkan bovine somatotrophin ditumbuhkan dalam tangki fermentasi. f. Bovine somatotrophin diambil dari bakteri dan dimurnikan. (Reven et.al. 2005) Ø Bidang Hukum Dengan teknologi DNA, menawarkan aplikasi bagi kepentingan forensik. Pada kriminalitas dengan kekerasan, darah atau jaringan lain dalam jumlah kecil dapat tertinggal di tempat kejadian perkara. Jika ada perkosaan, air mani dalam jumlah kecil dapat ditemukan dalam tubuh korban. Melalui pengujian sidik jari DNA (DNA finngerprint), dapat diidentifikasi pelaku dengan derajat kepastian yang tinggi karena urutan DNA setiap orang itu unik (kecuali untuk kembar identik). Sampel darah atau jaringan lain yang dibutuhkan dalam tes DNA sangat sedikit (kira-kira 1000 sel). DNA fingerprint merupakan satu langkah lebih maju dalam proses pengungkapan kejahatan di Indonesia. Keakuaratan hasil yang hampir mencapai 100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju dibandingkan dengan proses biometri yang telah lama digunakan kepolisian untuk identifikasi. Ø Pengolahan Limbah Sampah atau limbah merupakan bahan pencemar lingkungan yang mengancam kehidupan. Oleh kerena itu harus ada upaya penanggulangan limbah. Penanggulangan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya ditimbun, dibakar dan didaur ulang. Diantara semua cara itu, cara yang terbaik adalah dengan cara didaur ulang. Slah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis, yaitu proses dekomposisi sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen (anaerob). Denag cara ini sampah dapat diubah menjadi arang, gas (misalnya metana), dan bahan anorganik. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Keunggulan dari bahan bakar hasil proses ini adalah kandungan sulfur yang rendah sehingga dapat mengurangi pencemaran udara. Bahan dari pembakaran makroorganik (dari hewan, tumbuhan, manusia), denagn bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri dan jamur), dengan bantuan hewan-hewan kecil disebut kompos. Dalam pembuatan kompossangat diperlukan mokroorganisme. Jenis mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos tergantung pada bahan organik yang digunakan serta proses yang berlangsung (misalnya proses itu secara aerob atau anaerob). Selama proses pengomposan, terjadi penguraian terhadap selulosa dan pembentukan asam organik, terutama asam humat. Asam humat penting dalam pembentukan humus. Hasil pengomposan terutama bermanfaat sebagai pupuk. Dengan perkembangan bioteknologi, kini pencemaran lingkungan dapat semakin dikutangi dengan berbagai teknik pengolahan limbah, misalnya pengolahan minyak, air limbah dan plastik. 1. Pengolahan Air Limbah Dengan bioteknologi pengolahan limbah menjadi lebih terkontrol dan efektif. Pemrosesan air limbah oleh pabrik bertujuan untuk menghilangkan zat pencemar, baik pencemar biologis maupun kimaiwi, yang mungkin membahayakan manusia atau lingkungan. Mekanismenya adalah: a. Menghilqnhkqn sisa-sisa akhir benda padat yang tersuspensi. b. Menghilangkan gangguan yang tidak dikehendaki. c. Manghilangkan rasa, warna, bau, dan mengurangi kandungan zat yang terlarut. Prinsip kerja dalam pengolahan limbah melibatkan berbagai fasilitas, dan prosesnya secara umum adalah sbagai berikut: a. Pengumpulan Limbah dari rumah, industri, dan dari aktifitas lainya disalurkan ke jaringan saluran bawah tanah, lalu dikumpulkan ke pusat pengolahan. b. Pemilahan Limbah yang msauk ke tempat pengolahan dilewatkan pada lempengan metal yang berfungsi memisahkan potongan kayu, kertas dan bahan-bahan yang besar supaya tidak masuk mesin. c. Pengaliran Limbah Limbah dialirkan lewat lubang-lubang kecil. Krikil dan pasir pada larutan limbah disaring, dicuci, lalu dikumpulkan dan digunakan untuk mengisi lubang-lubang di tanah. d. Pengendapan Limbah dialirkan ke tangki-tangki yang lebih besar dimana bahan-bahan yang padat mengendap didasar tangki yang membentuk endapan kasar. Endapan tersebut kemudian dipindah ke tangki pencerna dengan tenaga listrik. e. Proses Aerob cairan yang diukeluarkan dari tangki penempatan primer dimasukkan ke alat pengolahan sekunder.di dalam alat tersebut, mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan protista memecah materi organik menjadi mineral, gas dan air. f. Kucuran Air Air dari tangki-tangki penempatan cukup bersih untuk dibuang ke sungai. Supaya air lebih bersih dan dapat digunakan untuk keperluan tertentu maka air disaring melalui alat yang terbuat dari pasir halus dan arang aktif, lalu ditambah klorin untuk mencegah pertumbuhan organisme yang masih tersisa. g. Proses Anaerob h. Sumber Enerdi i. Pembuangan Sampah 2. Dampak negatif bioteknologi Ø Dampak terhadap kesehatan Produk-produk hasil rekayasa genetika memiliki resiko potensial sebagai berikut: a. Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun dan atau imunogenik untuk manusia dan hewan. b. Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom bermutasi dan bergabung, adanya kelainan bentuk generasi karena racun atau imunogenik, yang disebabkan tidak stabilnya DNA rekayasa genetik. c. Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit mungkin diaktifkan oleh rekayasa genetik. d. Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen horizontal, membuat tidak menghilangkan infeksi. e. Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi, jalur utama penyebab penyakit. f. DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan kekuatan sebagai promoter sintetik yang dapat mengakibatkan kanker dengan pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel kanker). g. Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti pada tanaman. Ø Dampak terhadap lingkungan Saat ini, umat manusia mampu memasukkan gen ke dalam organisme lain dan membentuk "makhluk hidup baru" yang belum pernah ada. Pengklonan, transplantasi inti, dan rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru yang belum pernah ada sebelumnya. Pelepasan organisme-organisme transgenik ke alam telah menimbulkan dampak berupa pencemaran biologis di lingkungan kita. Setelah 30 tahun Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) atau Genetically Modified Organism (GMO), lebih dari cukup kerusakan yang ditimbulkannya terdokumentasikan dalam laporan International Specialty Products. Di antaranya: a. Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa genetik menurun sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai non-rekayasa genetik. Bahkan kapas Bt di India gagal sampai 100 persen. b. Tidak ada pengurangan pengunaan pestisida, sebaliknya penggunaan pestisida tanaman rekayasa genetik meningkat 50 juta pound dari 1996 sampai 2003 di Amerika Serikat. c. Tanaman rekayasa genetik merusak hidupan liar, sebagaimana hasil evaluasi pertanian Kerajaan Inggris. d. Bt tahan pestisida dan roundup tahan herbisida yang merupakan dua tanaman rekayasa genetik terbesar praktis tidak bermanfaat. e. Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di Amerika Latin, sekitar 15 hektar di Argentina sendiri, mungkin memperburuk kondisi karena adanya permintaan untuk biofuel. Meluasnya kasus bunuh diri di daerah India, meliputi 100.000 petani antara 1993-2003 dan selanjutnya 16.000 petani telah meninggal dalam waktu setahun. f. Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya kematian dan penyakit di lapangan dan di dalam tes laboratorium. g. Herbisida roundup mematikan katak, meracuni plasenta manusia dan sel embrio. Roundup digunakan lebih dari 80 persen semua tanaman rekayasa genetik yang ditanam di seluruh dunia. h. Kontaminasi transgen tidak dapat dihindarkan. Ilmuwan menemukan penyerbukan tanaman rekayasa genetik pada non-rekayasa genetik sejauh 21 kilometer. Ø Dampak terhadap etika moral Penyisipan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat dianggap telah melanggar hukum alam dan kurang dapat diterima oleh masyarakat. Pemindahan gen manusia ke dalam tubuh hewan dan sebaliknya sudah mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan. Permasalahan produk-produk transgenik tidak berlabel, membawa konskuensi bagi kalangan agama tertentu. Terlebih lagi teknologi kloning yang akan dilakukan pada manusia. Bioteknologi yang berkaitan dengan reproduksi manusia sering membawa masalah baru, karena masyarakat belum menerimanya. berikut ini beberapa contoh mengenai masalah ini: a. seorang nenek melahirkan cucunya dari embrio cucu yang dibekukan dalam tabung pembeku karena ibunya tidak mampu hamil karena penyakit tertentu. Kemudian di masyarakat timbul sebuah pertanyaan "anak siapa bayi tersebut?" b. pasangan suami istri menunda kehamilan. sperma suami dititipkan di bank sperma. beberapa tahun setelah suami meninggal, sang janda ingin mengandung anak dari almarhum suaminya. Dia mengambil sperma yang dititipkan di bank sperma. bagaimanakah staus dari anak tersebut ?, bolehkah wanita tersebut mengandung anak dari suami yang telah meninggal ?. c. meminta sperma oranng lain di bank sperma untuk difertilisasi di dalam rahim wanita merupakan pelanggaran atau bukan ? Ø Dampak ekonomi Terdapat suatu kecenderungan bahwa bioteknologi tidak terlepas dari muatan ekonomi. Muatan ekonomi tersebut terlihat dari adanya hak paten bagi produk-produk hasil rekayasa genetik, sehingga penguasaan bioteknologi hanya pada lembaga-lembaga tertentu saja. Hal ini memaksa petani-petani kecil untuk membeli bibit kepada perusahaan perusahaan yang memiliki hak paten. Produk Bioteknologi dapat merugikan peternak-peternak tradisional seperti pada kasus penggunaan hormon pertubuhan sapi hingga naik sebesar 20%. hormon tersebut hanya mampu dibeli oleh perusahaan peternakan yang bermodal besar. Hal tersebut menimbulkan suatu kesenjangan ekonomi. Menyikapi adanya dampak negatif bioteknologi, perlu adanya tindakan-tindakan untuk menanggulangi meluasnya dampak tersebut, antara lain sebagai berikut: Sejak Stanley Cohen melakukan rekombinasi DNA tahun 1972, telah dikeluarkan peraturan agar ada ijin atau rekomendasi sebelum para pakar melakukan rekombinasi. Ini dilakukan agar rekombinasi DNA yang dilakukan tidak digunakan untuk tujuan yang negatif. 1. Pemerintah Amerika Serikat melarang cloning manusia apapun alasannya. Namun tidak semua negara mempunyai peraturan seperti Amerika Serikat. Seperti Singapura, tidak melarang cloning tersebut. 2. Undang-undang yang melarang pembuatan senjata biologis yang berlaku untuk semua negara di dunia. 3. Selain undang-undang dan peraturan, prosedur kerja di laboratorium telah membatasi kemungkinan terjadinya dampak negatif. Misalnya kondisi laboratorium harus suci hama (aseptik), limbah yang keluar dari laboratorium diolah terlebih dahulu. 4. Pengawasan dan pemberian sertifikasi bahwa produk-produk yang berlabel bioteknologi tidak menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia. 5. Penerapan bioteknologi harus tetap berdasarkan nilai-nilai moral dan etika karena semua makhluk hidup mempunyai kepentingan yang sama dalam menjaga "ekosistem manusia" 6. Penegakkan di bidang hukum dengan jalan menaati UU No.12 tahun 1992 tentang sistem budidaya pertanian, dan UU No.4 tahhun 1994 tentang pengesahan konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati. Bagian penjelasan umum, sub bab Manfaat Konvensi butir 6 menyatakan bahwa "pengembangan dan penaanganan bioteknologi agar Indonesia tidak dijadikan ajang ujicoba pelepasan GMO oleh negara lain. 7. Pada tingkat nasional, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) Nomor 998.I/Kpts/OT.210/9/99;790.a/Kpts-XI/1999;1145A/MENKES/SKB/IX/1999;015A/Meneg PHOR/09/1999 tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetika Tanaman. Surat Keputusan bersama tersebut melibatkan Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura. Dalam keputusan tersebut mengharuskan adanya pengujian tanaman pangan hasil rekayasa genetika sebelum dikomersialkan sesuai standar protokol WHO. Standar protokol WHO tersebut meliputi uji toksisitas, alergenitas, dan kandungan nutrisi. 8. Pada tingkat internasional, pemerintah Amerika Serikat misalnya telah membentuk badan khusus yang bernama FDA (Food and Drugs Administration). FDA bertugas menangani keamanan pangan, termasuk produk rekayasa genetika. Badan ini telah membuat pedoman keamanan pangan yang bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa produk baru termasuk hasil rekayasa genetika, harus aman untuk dikonsumsi sebelum dikomersialkan. Badan Internasional Food and Agriculture Organization (FAO) juga telah mengeluarkan beberapa petunjuk rekomendasi mengenai bioteknologi dan keamanan pangan. Beberapa rekomendasi yang dikeluarkan FAO adalah sebagai berikut : a. Pengaturan keamanan pangan yang komprehensif sehingga dapat melindungi kesehatan konsumen. Setiap negara harus dapat menempatkan peraturan tersebut seimbang dengan perkembangan teknologi. b. Pemindahan gen dari pangan yang menyebabkan alerg hendaknya dihindari kecuali telah terbukti bahwa gen yang dipindahkan tidak menunjukkan alergi. c. Pemindahan gen dari bahan pangan yang mengandung alergen tidak boleh dikomersialkan. d. Senyawa alergen pangan dan sifat dari alergen yang menetapkan kekebalan tubuh dianjurkan untuk diidentifikasi. e. Negara berkembang harus dibantu dalam pendidikan dan pelatihan tentang keamanan pangan yang ditimbulkan oleh modifikasi genetika. v Pelaksanaan kloning harus mempertimbangkan beberapa prosedur, antara lain : a. Riset klinis harus disesuaikan dengan prinsip moral dan ilmu pengetahuan serta didasarkan atas eksperimen dengan fakta-fakta ilmiah yang sudah pasti. b. Riset klinis hendaknya diadakan secara sah oleh ahli yang berkompeten dan di bawah pengawasan tenaga medis yang ahli di bidangnya. c. Setiap proyek riset klinis hendaknya didahului oleh suatu observasi yang cermat terhadap bahaya yang mungkin terjadi dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh. d. Dokter seharusnya memberikan perhatian khusus dalam menjalankan riset klinis; yang mengubah kepribadian orang menjadi objek, akibat obat-obatan, atau prosedur percobaan.
Read more at: http://blogku--inspirasiku.blogspot.com/2012/06/makalah-bioteknologi.html
© 2011 by BlogKu InspirasiKU Under Common Share Alike Atribution
Langganan:
Postingan (Atom)


